Siapa yang tidak kenal dengan kedua kelompok tersebut, Front Pembela Islam (FPI) terkenal dengan sikap dan prilakunya yang kontroversial, demi sebuah alasan menjaga negeri dari kemaksiatan tidak segan-segan FPI mengobrak-abrik lokasi-lokasi yang diduga menjadi sumber maksiat.
Ahmadiyah, sebuah kelompok sempalan kecil yang beberapa tahun belakangan ini menjadi sasaran amuk massa Islam yang tidak ingin agamanya dinodai oleh eksistensi Ahmadiyah. Kelompok ini berangkat dari Pakistan dengan nabi barunya Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku mendapat wahyu dan memiliki kitab suci Tadzkiroh. Belakangan nabi baru ini (Mirza GA) dikatakan sebagai Al Masih yang dijanjikan Allah turun pada hari akhir ke dunia untuk menolong umat yang termarginal. Yang jadi pertanyaan berikutnya adalah, apa benar kemunculan Mirza GA adalah pertanda hari akhir? Dan apakah Al Masih hanya menemui sekelompok kecil umat Islam di Pakistan (Qadian dan Lahore)? Bagaimana dengan ummat manusia yang lebih luas?.
Fenomena nabi baru muncul sejak wafatnya Nabi Muhammad saw, hingga jaman reformasi di Indonesia seorang Ahmad Mushadeq mengaku-aku sebagai nabi pembawa risalah kebenaran. Apa motif seseorang untuk mengaku sebagai nabi baru, yang akhirnya menginspirasi seorang sutradara membuat film layar lebar “Mengaku Rasul”.
FPI muncul dari sebuah keyakinan beragama yang simplistis, Ahmadiyah adalah sikap beragama yang taqlid. Allah menegaskan dalam alQuran bahwa Dia cukup berkuasa untuk menjadikan umat manusia di muka bumi ini hanya satu kaum saja, tapi Allah ingin menguji manusia dengan perbedaan dengan bekal hati dan akalnya. Allah memberi tempat bagi seluruh manusia, tidak memusuhi siapapun semua dirahmatiNya, karena kalau Dia memusuhi berarti Dia punya kompetitor yang berarti ada kelompok Oposan Tuhan.
Allah menempatkan yang baik di surga dan yang jahat di neraka, kenapa tidak disadari sebagai bentukkehendak Allah bahwa perbedaan itu ternyata mewujud di depan mata, apakah ini FPI berarti ingin “membantu” Allah menjadikan semua orang di dunia menjadi baik? MUI mengambil kesempatan untuk menjadi Tuhan kecil di dunia ini dengan fatwanya yang selalu kontroversial karena selalu mengkafirkan kelompok lain.
Sikap keras kepala juga ditunjukan oleh Ahmadiyah, merasa di dukung oleh Gus Dur dan AKKBB menjadi lebih berani. Kebebasan beragama memang menjadi hak setiap orang di dunia, tapi kalau eksistensinya justru mengancam stabilitas keamanandan ketertiban, maka kelompok manapun itu harus dibubarkan.
Seperti halnya kebaikan, kejahatan di dunia adalah karena perkenan dari Allah, sunatullah. Kejahatan ada karena Allah ada. Kejahatan diadakan sebagai ujian dan objek permenungan bagi para makhluk untuk mendapatkan tempat tertinggi di sisi Allah dan makhluk lainnya. FPI akan mendapat banyak simpati dari berbagai kalangan kalau bisa bersikap lebih persuasif, dan Ahmadiyah diharapkan dapat lebih berbesar hati karena keyakinannya yang justru bertolak dari kebiasaan ummat Islam pada umumnya karena irrationality nya.
Jangan sampai ada pihakĀ yang mengambil kesempatan ini sebagai bekal Pemilu 2009. SKB yang dikeluarkan pemerintah juga tidak menyentuh substansi dari masalah sebenarnya, melarang tapi tidak membubarkan. Pemerintah terkesan tarik ulur demi sebuah impian di tahun 2009.
Friksi FPI dan Ahmadiyah merupakan salah satu instrumen pelengkap dalam Pemilu, dimana Tokoh Politik akan menggunakan mereka mereka sebagai komoditi politik.
Di negeri ini apapun dijadikan komoditi (politik)….
artikel anda bagus dan berguna bagi para pembaca di seluruh indonesia,promosikan artikel anda di http://www.infogue.com,jadikan artikel anda yang terbaik dan terpopuler menurut pembaca,salam blogger!
http://nasional.infogue.com/
http://nasional.infogue.com/fpi_dan_ahmadiyah_masalah_ke_indonesiaan_
Oleh: nuniq on Jumat, Juni 13, 2008
at 8:41 am
saya sepakat dengan kalimat Mas Baihaqi yang menyatakan
“FPI akan mendapat banyak simpati dari berbagai kalangan kalau bisa bersikap lebih persuasif”
karena memang begitulah Islam ya, Mas…
Oleh: bakuljangan on Selasa, Juli 1, 2008
at 8:56 am