Oleh: likebaihaqi | Selasa, Juni 17, 2008

Dialektika Cinta (Part 1)

**************

Seseorang datang dengan wajah sedihnya, “apakah cinta membuat luka?” tanyanya tiba-tiba yang datang tanpa permisi dan salam. “bila kau menghendaki”, jawab orang tua itu sambil menyuruhnya duduk. Cinta akan menjadikan mu apa saja, karena cinta adalah motivasi, karena cinta adalah spirit yang membuat mu berkembang secara positif dan negatif.

Semua yang kamu pikirkan ada dalam kehendakmu, dan membutuhkan kehendakmu untuk menjadi. Karena cinta timbul kasih sayang, hasrat, benci, marah dan murka. Seperti kekuatan cinta Tuhan yang menjadikan dunia ini ramai dan begitu dinamis, ada cinta, bahagia, derita dan angkara murka.

Apasih cinta itu hey pak tua?”, kilah pemuda itu tadi. seperti kataku tadi, cinta membutuhkan subyektifitas dan kehendakmu untuk menjadi. “Bukankah Tuhan yang memunculkan cinta dalam diriku?, Lantas bagaimana Tuhan bermain-main dengan cinta diantara manusia?”, sambungnya. Tuhan berkuasa dan berkehendak atas apapun, dari yang sepele dan tidak mungkin menurut kita. Kita adalah mainan Tuhan di dunia, tempat Tuhan berimprovisasi terhadap ciptaannya.

“Bukankah itu naif?” kata pemudah itu lagi, Tuhan maha segalanya, semua yang ada pada manusia adalah manifestasi dari sifat Tuhan. Tuhan berhak menetapkan apapun dan memainkan apapun pada ciptaannya, seperti bencana kerap makan korban dalam jumlah besar, itu adalah bagian dari rencana Tuhan dalam mengendalikan populasi. “Tega sekali Tuhan?” pemuda itu lagi, Apakah kamu pikirkan bila populasi berkembang tidak terkendali, mau ditempatkan dimana lagi mereka ?, bukankah kamu tau bahwa dunia makin sempit?. Tuhan memikirkan kamu, sebagaimana kamu pikirkan. Dan kamu menjadi sebagaimana kamu ingin menjadi. Maka jadilah yang terbaik.

Tuhan tidak menyia-nyiakan usaha makhluknya yang selalu konsisten dengan jalannya (istiqomah). dunia memberi tempat buat setiap orang, baik atau jahat. Bila kamu ingin terlihat tetap baik, jadilah dan berbuatlah yang baik, kata orang tua itu sambil menyeruput teh yang tidak terlalu manis itu. Jangan pikirkan apapun dengan tergesa-gesa, ketergesa-gesan membuat kamu lupa bahwa kamu bisa berpikir jernih dan mencari jalan terbaik daripada sekedar memaki karena terluka oleh cinta.

Cuaca sore begitu sejuk karena mendung sejak pagi hari, tahukah kamu cuaca ini adalah bentuk cinta Tuhan, mendatangkan ketakutan dan kekhawatirkan pada yang lain, tapi juga membuat tenang dan nyaman sebagian yang lain. Pikirkan itu. Cinta membuat kita terluka tapi yang lain menjadi bahagia, bukankah menjadi sumber kebahagian orang lain adalah ibadah yang sama besarnya dengan sujud pada Nya?.

Nama-nama Tuhan (asmaul husna, pen) mengajarkan cara berpikir dan mengetahui Tuhan dari berbagai macam namanya, berpikirlah berputar bahwa dunia tidak selebar kolor mu, katanya berseloroh. Masalahmu hanya membutuhkan kemauan mu berpikir dari sisi yang lain, masalah di satu sisi, pasti solusi di sisi yang lain. seperti cuaca dan bencana yang terlalu sering menimpa makhlukNya.

“Sebenarnya cintaku terhalang hanya karena orangtuanya, dia ingin segera menikahkan gadisnya, itu yang membuat ku terluka”, pemuda itu lagi. Tuhan maha berkehendak, mintalah pada Dia untuk memberikan jodoh pada laki-lakinya yang sama baik atau lebih baik dari perempuan yang kau cintai, jangan memohon kemudharatan dan bencana bagi yang lain, selain menimbulkan kebencian dan murka yang baru, hatimu tumbuh benih baru yang akan menjadikanmu selalu terbiasa memaki dan hatimu menjadi tidak tenang dan gelisah karena bersalah.

Sebenarnya Tuhan sedang membangun kegelisahan artifisial dalam hati dan akalmu, selama ini kamu terlihat santai dan wait ‘n see. Perempuan jangan dibiarkan terlalu lama menunggu, dia butuh kepastianmu, katanya sambil menuangkan teh hangat yang tidak terlalu manis itu. Silahkan cicipi singkong gorengnya, mumpung masih hangat” kata pak tua.

“yang kubutuhkan hari ini adalah cinta dari seseorang yang begitu menginspirasi pak tua, aku sedang akan tenggelam, jangan beri aku petuah itu, aku membutuhkan petuah itu kalau aku sudah di darat”, kata pemuda itu membantah orang tua yang mulai susah berjalan karena rentanya.

Saat ini kau sedang sendirian nak, tidak ada orang yang bisa menolongmu untuk mengangkatmu ke darat, jangan berkhayal tertangkap jaring nelayan yang akan menyelamatkanmu. Kamu harus berenang sejauh kamu bisa, dan berusahalah sekuat tenagamu. Dunia tidak selebar kolor mu! bentak orang tua itu. Ingatkah ketika Tuhan menginginkan kamu untuk belajar dan belajar lagi dari keterpurukanmu yang pertama, rupanya pak tua itu tahu kalau pemuda itu sudah dua kali gagal menjalin hubungan karena orangtuanya menjodohkan dengan yang lain. Apa yang kamu ingat dari kejadian pertama?.

“Itu lain, orangtuanya menganggap saya terlalu miskin untuk anaknya”, katanya membantah. Ya kamu memang miskin, dan kamu sombong karena kamu tidak mau berusaha lebih keras dan keras lagi, berpuluh-puluh cerita tentang orang sukses yang merangkak dari nol (tidak punya apa-apa, pen) kamu baca, kamu dengar. Apa kamu bergerak seperti orang sukses itu? Kamu cuma punya mata dan telinga, tapi tidak punya hati, bahkan akalmu satu-satunya sudah mati nak. sambil menyuruput teh yang mulai habis, lalu diambilnya sepotong singkong goreng yang jadi kesukaannya.

“Kuberitahu satu hal, setiap manusia punya harapan dan cita-cita, percayakah kamu kalau harapan dan cita-citamua ada di ujung jalan yang mulai kau lalui. Sayangnya ditengah jalan menuju ujung itu terdapat banyak sekali kenyamanan-kenyamanan semu yang akan mengaburkan penglihatanmu pada harapanmu yang sesungguhnya, begitu banyak jadi godaan mencapai puncak nak, bergeraklah terus maju jangan berhenti kecuali sampai pada harapanmu. Cintamu, harapanmu, duniamu membutuhkan ingatanmu, mereka ingin diingat agar bisa dicapai oleh mu. Apa yang bisa kau peroleh bila tak ada satupun yang kau ingat apa yang kau inginkan”, sambil menyalakan rokok dimulutnya yang mulai mengering karena keriput.

*********************

Tuhan mu tidak pernah sekali-kali meninggalkanmu, mendekatlah dan ingatlah Dia, jangan hanya pada saat luka kau protes dan marah pada Nya, sementara syukurmu pada Tuhan kau sembunyikan dibalik riuhnya senyum dan pesta dalam hati. Hati-hati dengan pemikiranmu sendiri, aturlah pikiranmu supaya dia tidak mengatur dirimu menurut kehendaknya. Jangan pernah berkata gajah bukan pink kalau ingin mengatakan gajah abu-abu. Pikiranmu akan sulit menegasi obyek yang masuk kedalam pikiran dan kau visualisasi dalam pikiranmu. Berpikir negatif membuat jalanmu makin sempit.

Cinta, harapan, dan seisi dunia ini akan seluas dan sesempit pikiranmu sendiri nak, katanya sambil menghisap rokoknya. Cintamu membutuhkan pengertianmu untuk bersikap pada orang yang kau cintai. Perempuan akan menjadi agresif bila cinta, harapan, dan dirinya diperhatikan, menutup mata pada perhatian itu membuatmu semakin tidak diingat. Cinta butuh aktualisasi, cinta hanya secuil motif yang abstrak, kerja cinta yang nyata. Harus kau bedakan cinta dan mencintai, katanya lagi.

Aku sendiri pernah berada dalam keadaanmu, rasa sakitnya menyesakan hingga membuatku lupa bahwa aku harus bertanggungjawab pada hidupku. Menjadi terbuang dari keluarga memang menyakitkan, tapi, taukah kamu, pasangan kita sekalipun tetap orang lain buat kita, setiap hari sejak bangun tidur kita selalu meraba keadaan hatinya, berusaha mengerti hatinya, berusaha mecocokan dengan hati dan keadaannya. Kita semua cocok karena alasan kepentingan.

Apa kamu perhatikan orangtua kamu, bukankah setiap hari mereka selalu berusaha mengerti satu sama lain. Bagaimana ayah mu ingin dilayani ibumu, begitu juga sebaliknya, pasangan yang sering cekcok merupakan sinyalemen bahwa salah satu pihak sudah tidak berkepetingan pada yang lain. “Sudah tidak ada kepentinga lagi di antara mereka?” tanyanya dalam hati. Sekarang pemuda tersebut baru memahami kenapa orangtuanya bercerai.

“Tapi aku belum berpasangan pak tua?”, sela pemuda itu. Aku sedang mengajarimu bersikap baik pada dirimu, apa kamu kenal siapa dirimu. Pendeta di Athena yang bernama Oracle pernah berkata “gnothi seuthon” kenali dirimu. Karena dengan mengenal dirimu, kamu akan mengenal Tuhan mu, orang-orang disekitarmu, kamu akan tau seperti apa kamu ingin dilayani hati dan pikiranmu. Begitu juga Tuhanmu dan orang-orang tercintamu.

Kalau kamu merasa miskin, dirimu tidak pernah menghendaki kemiskinan, seharusnya itu bisa kamu ambil dari pengalamanmu yang pertama. Kamu harus kaya nak, harus mampu secara material. Orangtua mana yang sudi pada pemuda miskin sepertimu.

“Tapi aku bekerja, punya penghasilan dan pasti cukup untuk hidup berdua”, sela pemuda itu lagi. Tapi kamu selalu bilang kamu tidak cukup mampu atau kaya untuk perempuan itu. Kamu lupa. Sekaya apapun kamu nak, kalau terus merasa hanya miskin maka miskinlah kamu. Zaman modern seperti ini menuntutmu berpikir simple dan instan. Terlalu banyak analisa hanya membuatmu semakin tertinggal.

*********************


Tanggapan

  1. ass……..

    komen gw.. ” jadilah dirmu sendiri “. jangan jadi korban situasi…..rintangan,cobaan, ujian or apaalah sejenisnya ….adalah bumbu menuju apa yg kamu inginkan.dan kuncinya hanya satu …dirimu sendiri…mau diapakan, bagaimana…..??????
    penyesalan bukan alasan tuk menyerah …yg penting ada keinginan tuk menuju cahaya yg bisa menerangi kita ke dunia yg kita inginkan……..

    end ………

    Wss…..

    …Choky_nkghi….

  2. anjrid, ,sumpah keren. .
    bisa jadi motiavasi n. .

  3. wah… bisa jadi mario teguh niy bro….


Beri tanggapan

Your response:

Kategori