Malam itu seperti biasa pemuda itu bersms ria dengan Ifa, mulai dari cerita lucu, sedih dan memotivasi menjadi bahan smsnya. Ifa, perempuan dengan karakter yang kuat dan berprinsip hidup sederhana dan tegas merasa mulai kepikiran dengan sosok pemuda itu, tapi di sisi lain, Ifa kasihan terhadap semangat hidup pemuda itu yang mulai meredup seperti lampu tempel yang kehabisan minyak.
Mas, sekarang pergilah istirahat, jangan tidur terlalu malam dan tetap semangat untuk besok ya, aku juga sudah mau tidur. itu adalah penggalan sms terakhir yang diberikan Ifa. Pemuda itu merasa tersemangati setiap hari, dia merasa seperti punya gudang semangat. Malam itu dia tidur dengan perasaan senang karena kebiasaannya bersms dapat berlangsung mulus dan mendapat perhatian dari Ifa.
Pagi-pagi sekali setelah sholat Subuh, dan pergi mandi, pemuda itu mendapati sms dari Ifa, selamat pagi ma, siapkan dirimu untuk yang terbaik hari ini, semangat ya!!. Duh, pemuda itu seperti mendapat spirit baru dalam hidupnya. “Terimakasih ya Fa, selamat beraktifitas dan jangan lupa istirahat, jangan lupa pulang juga yaa..hehehe”, kata pemuda itu dalam smsnya.
Hari itu dia ingat Nadia, teman barunya yang didapat akibat insiden yang tak terelakan, “Halo, Assalamualaikum,” kata pemuda itu menelpon Nadia. “Waalaikumsalam mas, pa kabar?”, jawab Nadia di seberang sana. “Baik Nad, kamu sendiri pasti selalu lebih baikan?”, tanya pemuda itu. “Alhamdulillah, tidak ada yang bisa menghalangiku untuk menjadikan hariku selalu baik,” jawa Nadia, “Mas juga pasti bisa koq, jangan pasrahkan diri pada takdir, karena rumus nasib kita adalah takdir plus usaha sama dengan nasib”, sambungnya.
“Iya Nad, aku merasa kaalu aku adalah mobil sport bermesin terbaik, tapi sebaik apapun teknologi dan mesin mobil sport ini tetap saja membutuhkan bensin dan busi untuk membakar dan memaksimalisasi potensi teknologi yang terkandung, aku merasakan ada sesuatu yang hilang dariku, aku cenderung menjalani ini sendirian, sejak keluargaku broken home semua menjadi sangat pahit, aku menjalani hidup ini sendirian”, jawab pemuda itu. “Tapi kamu sudah berhasil mas, menjalani hidup sendiri dengan hasil seperti hari ini adalah surprise dari Tuhan untuk kita, kita hanya perlu mengulangi cara yang membuat kita sukses sampai dengan hari ini,” kata Nadia.
“Iya Nad, beberapa bulan yang lalu aku mengenal seorang gadis namanya Ifa, dia perempuan yang hebat, sejujurnya aku memiliki perasaan untuk memilikinya, tapi aku terlalu takut untuk mengatakannya, takut dia marah dan pergi meninggalkanku sendirian, aku sayang banget sama dia, kami selalu sama-sama cari buku di Gramedia. Aku mencintainya Nad, aku tidak terlalu paham dengan perasaan perempuan, maukah kamu berbagi perihal itu? Aku ngga pernah bisa berhenti memikirkan dia”, pinta pemuda itu.
“Ifa pernah memiliki hubungan dengan lelaki lain sebelumnya, saat ini dia sendirian, menurutnya dia ingin sekali membunuh lelaki itu dulu, kebenciannya begitu kuat sehingga hampir menutupi logikanya. Tapi akhirnya dia mampu untuk meredefinisi kemarahannya menjadi rasa kasihan pada lelaki yang hanya mempermainkan nasibnya sendiri. Dia sadar bahwa membunuh sama sekali tidak menyelesaikan masalah kebenciannya, walau dia pernah berkeras bahwa cuma itu jalan untuk membuatnya merasa lepas dari lelaki itu. Saat ini dia menjadi pribadi yang menarik dan unik untuk diikuti, semangatnya itu loh yang bikin aku jadi terpana, ibunya dan lingkungannya selalu menyemangatinya. Dan, sampai hari ini aku cuma takut perasaanku tidak pernah sampai ke dia. Apa menurutmu, perempuan akan mengijinkan lelaki lain untuk menghubunginya terus secara pribadi Nad?”, tanya pemuda itu.
“Kamu menyukai dia mas?”, kata Nadia, “aku akan memberikan apa saja untuk dia Nad, aku menyayanginya”, jawab pemuda itu. “Mas hanya perlu yakin terhadap apa yang sedang mas usahakan, Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan usaha hamba-hambanya, Tuhan tidak pernah ingkar janji, tidak seperti merpati yang masih sering kali ingkar janji khan?”, balas Nadia. “Aku selalu minta pada Tuhan untuk memberikan dia kepadaku, menjodohkan dia padaku, aku sudah berusaha apa yang bisa aku usahakan dan yang tidak bisa, aku serahkan kepada Tuhan sang Pembolak-Balik Hati manusia, Dia lebih berkuasa dan berwenang untuk melakukan itu khan Nad?”, kata pemuda itu. “Benar mas, mintalah pada Tuhan untuk mencenderungkan hatinya padamu”, balas Nadia.
Setelah kira-kira satu jam mereka mengobrol akhirnya mereka menyudahi pembicaraan diteleponnya masing-masing, Nadia selalu berpesan yakin pada apa yang diusahakan, dan jangan pernah berhenti sebelum berhasil. Pemuda itu tampak dia beberapa saat sebelum akhirnya pergi untuk mencoba memulai usaha barunya di bidang solusi teknologi informasi, dia bekerja bersama beberapa teman-temannya untuk melakukan pekerjaan berdasarkan permintaan dari klien-kliennya.
“Selamat pagi bung, keliatannya hari ini semangat bener, rapi, dan selalu ceria setiap hari”, kata Andri temannya di kantor. “Entah apa yang membuatku begini, yang aku tau perasaanku sedang berbunga-bunga karena setiap hari selalu ada yang menyemangatiku”, jawab pemuda itu.
“Wahh, atau jangan-jangan lagi jatuh cinta yaa? orang jatuh cinta itu selalu berbunga dan ceria…selamat yaa..”, goda Andri.
Hari sudah menjelang sore, pemuda itu mencoba melirik jam tangannya, hmm…sudah jam empat gumamnya. Ingin sekali rasanya dia mengubungi Ifa malam nanti, tapi dia selalu merasa apakah tidak mengganggunya, karena seperti kata Ifa dulu, dia selalu m embantu ibunya di malam hari untuk menyiapkan bahan-bahan kue yang akan dibuatnya besok pagi.
***********************************
Satu tahun sudah pemuda itu dan Ifa menjalin komunikasi yang makin intensif, Ifa mulai membuka diri terhadap pemuda yang hebat menurutnya, dia ingin sekali meyakinkan pemuda itu bahwa bersabar dalam penantian adalah hal terbaik untuk saat ini, daripada harus memaksakan kehendaknya.
Keluarga pemuda itu pun terbuka pada sosok Ifa, mereka bersyukur dan berterimakasih atas persahabatannya selama ini dengan sang pemuda itu, mama yang selalu memperhatikan pemuda itu setiap hari melihat perkembangan yang menakjubkan setelah mengenal Ifa, entah apa yang telah dilakukan Ifa pada anaknya sehingga mampu benar-benar melupakan sakit hatinya pada Maria. Mama kerap berdoa untuk kebaikan mereka berdua.
***********************************